Saturday, October 19, 2013

Dahlan Iskan Bangga PTPN III Ekspor CPO Ke Tanzania



Menteri BUMN Dahlan Iskan merasa bangga pada PT Perkebunan Negara (PTPN) III yang baru saja mengekspor Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 10 ribu ton dari Dumai, Provinsi Riau ke Tanzania. Sebab ekspor yang dilakukan PTPN III ini merupakan kali pertama dilakukan perseroan.

"Tepatnya pada tanggal 7 Oktober kemarin, PTPN III melakukan ekspor perdana. Mereka ekspor 10 ribu ton dari Dumai ke Tanzania. Saya sangat bangga dan terharu sekali," aku Dahlan usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10).

Friday, October 18, 2013

Pabrik Gondorukem Perhutani Segera Beroperasi



Direktur Utama Perusahaan Umum Perhutani Bambang Sukmananto memastikan pabrik derivatif gondorukem dan terpentin di Pemalang, Jawa Tengah, akan mulai beroperasi pada akhir Oktober ini. Pabrik yang digadanggadang akan menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara ini ditargetkan memproduksi 30 ribu ton getah pinus per tahun.

Pabrik itu akan mengubah struktur pendapatan perseroan yang selama ini mayoritas disumbang dari penjualan kayu. “Selama ini kayu menyumbang 55 persen dan non-kayu 45 persen. Pabrik itu akan membalik sumber pendapatan. Sebab, ke depan, mengandalkan kayu saja akan sulit,” kata dia di Jakarta kemarin.

Produk gondorukem dan terpetin merupakan hasil destilasi getah pinus berkualitas tinggi. Gondorukem banyak digunakan di bidang farmasi, sedangkan minyak terpentin merupakan pelarut dan digunakan sebagai bahan baku pelarut cat, bahan baku parfum, disinfektan, dan campuran kimia lain.

Angin Itu Bertiup Makin Kencang, Sahabat...



Mengalirnya dukungan pada terobosan-terobosan Dahlan Iskan membuat mereka yang selama ini menikmati kenyamanan mulai gerah dan melawan. Mereka kuatir periuk berlian mereka bakal berkurang kalau Dahlan memimpin negeri ini.

Sudah belasan Direktur BUMN yang dipecat Dahlan begitu terindikasi korupsi. Ada Dirut yang dipecat 'hanya' karena istrinya memakai mobil dinas. Bahkan seorang komisaris BUMN dipecat hanya karena menolak menyerahkan laporan kekayaan ke KPK. Mereka kuatir, kalau kewenangan Dahlan lebih luas dari sekedar BUMN, keamanan mereka akan terancam. Apalagi Dahlan sudah punya rencana, kalau jadi presiden, para koruptor-koruptor itu, selain dituntut secara pidana juga akan dituntut secara perdata sehingga harta kekayaan mereka akan disita negara.

Temuan Inefisiensi yang Mestinya Melebihi Rp 37 Triliun





Benarkah BPK menemukan inefisiensi di PLN sebesar Rp 37 triliun saat saya jadi Dirut-nya? Sangat benar. Bahkan, angka itu rasanya masih terlalu kecil. BPK seharusnya menemukan jauh lebih besar daripada itu.

Contohnya ini: Rabu subuh kemarin saya mencuri waktu sebelum mengikuti acara peresmian pelabuhan kontainer Kariangau, Balikpapan, oleh Bapak Presiden SBY. Masih ada sedikit waktu untuk saya menyelinap ke Senipah. Jaraknya memang 1,5 jam dari Balikpapan, tapi dengan sedikit ngebut masih akan oke.

Di Senipah sedang dibangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) 80 mw. Awalnya, sebelum saya menjabat Dirut PLN, proyek itu menghadapi persoalan birokrasi besar. Saya datang ke Senipah di dekat muara Sungai Mahakam itu. Persoalan selesai. Proyek bisa dibangun.

Monday, September 16, 2013

Sekelumit Kisah Dahlanis Medan



Belum lama aku bergabung di group Dahlanis Medan, walaupun ngefans sama Pak Bossnya sudah lebih dari satu dasawarsa. Group yang dikomandoi Ardi, seorang mahasiswa IAIN berbadan subur ini masih dihuni 123 member, dan yang asli berdomisili di Medan hanya sekitar 17 member. Dan yang paling mantapnya, 90% Dahlanis Medan adalah mahasiswa di berbagai perguruan tinggi ternama di Ibukota Sumatera Utara ini.

Terlintas kata-kata Bung Karno, "Berikan aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia". Di sini kami punya 17 pemuda dan pastinya akan terus bertambah. Jangankan dunia, langit ketujuh pun bakal dibuat bergemuruh.